KEDIRI - Sungai merupakan sarana penting dalam kehidupan. Namun,
sadarkah kita bahwa sungai memiliki potensi yang lebih dari sekedar pengantar
air?. Iya, karena layaknya energi yang terus mengalir, sungai terus menyediakan
peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan dan hal itu pun terdapat pada Sungai
Brantas.
Sungai yang terbentang dari Kota Batu hingga Kota Mojokerto ini merupakan sungai yang cukup besar. Dengan panjang 320 km sungai ini menampung air kurang lebih 12 miliar m3 pertahun. Kapasitas yang cukup besar dan cukup kuat untuk menggerakkan ratusan generator listrik. Sayangnya, potensi ini jarang di tengok karena memang pengembangan PLTA merupakan proyek yang cukup mahal.
Sungai Brantas yang membelah beberapa kota di Jawa Timur ini juga merupakan salah satu
media transportasi yang cukup efektif. Karena jarak yang relatif singkat dan arus
yang stabil, banyak usulan yang menginginkan pemanfaatan Brantas sebagai salah
satu jalur antar kota. Namun, pemanfaatan Brantas sebagai media
transportasi ini di salah gunakan dengan memanfaatkannya sebagai tempat
penyaluran limbah.
Di lain pihak, perkembangan jaman menumbuhkan suatu potensi
baru bagi Brantas, yakni peternakan ikan dengan keramba. Mengingat arusnya yang
cukup tenang, Sungai Brantas sangat cocok untuk usaha ini. Selain hemat tempat, dengan
adanya industri seperti ini memungkinkan tumbuhnya rasa peduli pada sungai tersebut.
Dengan begitu hubungan manusia dengan alam menjadi berkesinambungan.
Potensi lain yang lebih umum adalah sebagai sarana irigasi
pertanian. Karena seperti sungai pada umumnya, Brantas juga termasuk sungai
yang membantu para petani dalam urusan penyediaan air. Oleh karena itu, tidak
heran jika tercatat sekitar 100 lahan akan kekeringan apabila sungai tersebut kering.
Brantas bukan sekedar aliran air. Uraian di atas telah membuktikan
bahwa Brantas mempunyai potensi yang amat penting bagi kehidupan. Oleh karena itu,
mari kita manfaatkan dan lestarikan sungai kita ini. Agar kelak generasi
sesudah kita tidak menerima getah pahit dari Sungai Brantas.
0 komentar:
Posting Komentar