KEDIRI- Pengadaan Ekspedisi Brantas 3 berawal dari diskusi rutin biasa.
Menurut Heri Setiawan selaku ketua panitia Ekspedisi Brantas 3, diskusi rutin
dilakukan setiap hari Kamis di Kantor Radar Kediri. Akhirnya, para
peserta diskusi menyebutnya dengan istilah “Pengajian Kamis Pagi”.
Pada saat itu , salah seorang memancing pembicaraan mengenai kondisi Sungai Brantas. Tak disangka, pembicaraan itu menjadi pusat perhatian dan ulasan pada diskusi yang berlangsung santai tersebut Sesuatu yang muncul pada diskusi waktu itu adalah banyaknya para penambang pasir terus-menerus. Sehingga mereka mengangkat maraknya penambangan pasir di Sungai Brantas sebagai tema.
Diskusi itu berhasil menarik kesimpulan 'Bagaimana cara mengatasi
masalah Sungai Brantas?' Masalah
tersebut yang menarik minat para peserta diskusi untuk terjun langsung ke lokasi untuk melakukan ekspedisi. Terbentuklah acara baru yang dinamai Ekspedisi Brantas.
tersebut yang menarik minat para peserta diskusi untuk terjun langsung ke lokasi untuk melakukan ekspedisi. Terbentuklah acara baru yang dinamai Ekspedisi Brantas.
"Ekspedisi Brantas I dimulai dari Banjar
mlati- Bandar" ungkap Heri Setiawan dengan santai. Tempat tersebut merupakan start perjalanan ekspedisi dan berakhir di Bendungan Gerak Waruturi- Gampengrejo. Lambat laun Ekspedisi Brantas diminati banyak
orang dan menjadi pusat perhatian warga sekitar, khususnya para pejabat yang
ingin terlibat langsung dalam acara tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar